oleh

Maulid Nabi Muhammad SAW Sekaligus Mengenang 40 Hari Meninggalnya Almarhum Mantan Kades Parbulu

BintangaMaluku.com: Namlea, Kabupaten Buru Maluku Rabi’ul awal merupakan bulan kelahiran Nabi Besar Muhammd SAW, disudut penjuru dunia manapun, peringatan ini dikumandangkan. Tak terkecuali di dataran transmigrasi Desa Parbulu. Desa yang terbilang jauh dari ibu kota kabupaten (kurang lebih 40 KM ) ini tak ketinggalan setiap tahunnya momentum penting ini diadakan.

Kali ini, ada 3 tujuan yang mendasari terlaksanya acara, pertama adalah memperingati hari kelahiran Nabi besar Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul awal, kedua memeriahkan hari Santri dan ketiga, mengenang 40 hari meninggalnya almarhum mantan pejabat Desa Parbulu Saiful Mufit.

Kandungan tujuan ini disampaikan oleh ketua Panitia Pelaksana perayaan, Ahmad Kamarudin Rada di halaman kantor Desa Parbulu Minggu, 31 Oktober 2021

Sebelum masuk pada acara inti, yakni Hikmah Maulid, Sekretaris Desa Muhammad Adi Prima terlebih dulu menyampaikan pesan almarhum sebelum meninggal dunia, pesan dibaca terbata – bata dengan mata berkaca – kaca, Amanah itu berisikan bimbingan kepada Sekdes untuk melanjutkan program pembangunan TPA yang telah diprogramkan sebelumnya untuk tahun 2022

“Saya selaku sekretaris desa mewakili Pemerintah Desa Parbulu mohon dukungannya untuk program kita tahun 2022 yaitu pembangunan TPA agar generasi kita bisa menjadi saleh shalehah dan memiliki sopan santun yang baik.” Tuturnya

Sekdes berada disamping almarhum sebelum meninggal dunia

“Saya disini diberi bimbingan oleh almarhum tentang pesan pesan yang baik, karena saat menghembuskan napas terahir, saya ada disampingnya” sambil menyapu air matanya, Sekdes Muhammad Adi Prima meminta Masyarakat untuk mendoakannya.

Peringatan Maulid Nabi ini di Sponsori oleh Organisasi Nahdatul Ulama (NU) cabang Desa Parbulu Kecamatan Waelata, dengan menghadirkan penceramah Ustad Ahmad Murtadho dengan tema yang disediakan Panitia ” Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kita tauladani dan Bumikan ahlak Rosulullah di era Modern “

Setelah mengucapkan hamdalah, Salam dan Shalawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, Ustad Ahmad Murtadho yang di daulat untuk menyampaikan Tausiyah, tidak lupa beliau menyalami para undangan, termasuk pemangku kepentingan dalam Desa.
dalam ceramahnya, ustat mengajak para hadirin untuk senantiasa memuji dan selalu bersyukur atas Nikmat yang diberikan Allah kepada umat Manusia,
jika tidak ada rasa syukuƕ dalam arti mengingkari Nikmatnya, maka Allah akan mencabut Nikmat dari orang – orang yang mengingkarinya. Ustad lalu menyebut salah satu ayat dalam Al -Quran surat Ibrahim ayat 7

Wa iz ta azzana Robbukum la la’in syakartum la ‘azidannakum wa la ‘ing kafartum inna ‘azaabii lasyadiid artinya dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ” sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (Nikmat – Ku), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih. “

Selanjutnya, Ustad berkata, orang itu tidak akan merasakan mahalnya nikmat , kecuali nikmat itu sudah diambil dari-Nya

Pada bagian lain, Ustat Ahmad mengajak untuk selalu bershalawat kepada Nabi,
Salah satu bacaan Shalawat yang didengunkan oleh Ustad adalah shalawat Ya Robbi Shalli Alaa Muhammad yang merupakan bagian dari kitab Maulid Diba atau Shalawat berjanji
Shalawat ini berisi tentang rasa kerinduan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW

Beberapa baitnya sebagai berikut :
Ya Robbi Shalli alaa Muhammad – Ya Robbi Shalli alaihi Wasallim

Ya Robbi Ballighul Wasiilah – Ya Robbi Khusshoh Nkfadliilah

Ustad Ahmad menutup Hikmahnya dengan doa Sapujagat yang diaminkan oleh undangan dan Masyarakat. (La Uca/ Iw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.